Bupati Kapuas Resmi Buka dan Lepas 139 Mahasiswa KKN Angkatan XXVIII STAI Kuala Kapuas Tahun Akademik 2026/2027.
Kuala Kapuas, 28 Juli 2026 Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kuala Kapuas secara resmi melaksanakan kegiatan. Pembukaan dan Pelepasan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XXVIII Tahun Akademik 2026/2027 yang berlangsung di Auditorium STAI Kuala Kapuas pada Selasa (28/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi STAI Kuala Kapuas dalam mengimplementasikan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat, melalui penerjunan mahasiswa ke berbagai desa di Kabupaten Kapuas.
Acara pembukaan dan pelepasan KKN dilaksanakan dengan khidmat dan dibuka secara resmi oleh Bupati Kapuas (H. M. Wiyatno), yang sekaligus melepas keberangkatan 139 mahasiswa peserta KKN Angkatan XXVIII. Dalam kegiatan tersebut, Bupati Kapuas didampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas (Usis I. Sangkai), serta dihadiri oleh Ketua STAI Kuala Kapuas, jajaran pimpinan perguruan tinggi, dosen, panitia KKN, para tamu undangan, dan seluruh mahasiswa peserta KKN.
Sebanyak 139 mahasiswa akan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di 20 desa yang tersebar pada tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Kapuas Hilir, Kecamatan Pulau Petak, dan Kecamatan Kapuas Murung. Selama berada di lokasi KKN, para mahasiswa akan menjalankan berbagai program yang telah disusun sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi desa masing-masing.
Dalam sambutannya, Bupati Kapuas menyampaikan apresiasi kepada STAI Kuala Kapuas yang secara konsisten melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata sebagai wadah pembelajaran sekaligus pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Menurutnya, KKN merupakan salah satu sarana yang efektif dalam membentuk karakter mahasiswa agar mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam kehidupan nyata.
Bupati menegaskan bahwa mahasiswa saat ini tidak cukup hanya memiliki prestasi akademik yang baik, tetapi juga harus memiliki integritas, kemampuan komunikasi, jiwa kepemimpinan, kemampuan beradaptasi, serta kepekaan terhadap berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
“Mahasiswa tidak cukup hanya unggul di akademik, tetapi juga harus memiliki integritas, kemampuan komunikasi, jiwa pemimpin, dan kepekaan terhadap lingkungan yang dihadapi masyarakat,” tegas Bupati Kapuas.
Beliau berharap seluruh peserta KKN dapat memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai pengalaman berharga untuk belajar langsung dari masyarakat sekaligus memberikan kontribusi nyata melalui berbagai program kerja yang bermanfaat. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan yang ada di lingkungan tempat mereka melaksanakan KKN.
Bupati Kapuas juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik almamater selama berada di lokasi pengabdian. Menurutnya, sikap disiplin, sopan santun, etika, serta kemampuan bekerja sama dengan masyarakat menjadi modal utama dalam menyukseskan pelaksanaan KKN.
Selain memberikan pesan kepada mahasiswa, Bupati juga menekankan pentingnya peran dosen dalam membimbing dan membentuk generasi muda yang cerdas, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah. Ia mengajak seluruh peserta menjadikan kegiatan KKN sebagai bentuk pengabdian yang dilandasi keikhlasan, semangat kebersamaan, tanggung jawab, serta komitmen untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua STAI Kuala Kapuas (H. Ushansyah, S.Sos.,M.AP), dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kuliah Kerja Nyata merupakan implementasi nyata dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
"KKN merupakan implementasi nyata dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa melalui kegiatan KKN, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, kerja sama, serta meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Mahasiswa juga dituntut untuk mampu menerapkan ilmu pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat memberikan kontribusi positif sesuai bidang keilmuan masing-masing.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari terjalinnya hubungan baik antara mahasiswa dengan masyarakat sehingga mampu menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi pembangunan desa.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia KKN STAI Kuala Kapuas (Muhammad Ariyanto, S. Pd.I), menyampaikan laporan pelaksanaan KKN Angkatan XXVIII Tahun Akademik 2026/2027. Ia menjelaskan bahwa KKN tahun ini mengusung tema "Pemberdayaan Desa dan Penguatan Pendidikan Islam Berkelanjutan Berlandaskan Falsafah Huma Betang."
Tema tersebut mencerminkan komitmen STAI Kuala Kapuas dalam mendukung pembangunan desa melalui pemberdayaan masyarakat dan penguatan pendidikan Islam yang berkelanjutan dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai yang terkandung dalam Falsafah Huma Betang, yaitu kebersamaan, gotong royong, toleransi, persatuan, serta saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.
Muhammad Ariyanto juga menjelaskan bahwa peserta KKN tahun ini berjumlah 139 mahasiswa, yang terdiri dari 53 mahasiswa laki-laki dan 86 mahasiswa perempuan. Seluruh peserta akan melaksanakan pengabdian pada 20 desa yang tersebar di tiga kecamatan, yaitu 2 desa di Kecamatan Kapuas Hilir, 7 desa di Kecamatan Pulau Petak, dan 11 desa di Kecamatan Kapuas Murung.
Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa akan didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang bertugas memberikan arahan, pembinaan, serta melakukan monitoring terhadap seluruh kegiatan mahasiswa di lapangan. Selain itu, mahasiswa juga akan menjalin koordinasi dan kerja sama dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta seluruh elemen masyarakat agar setiap program kerja yang dilaksanakan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui pelaksanaan KKN Angkatan XXVIII ini, STAI Kuala Kapuas berharap mahasiswa mampu mengembangkan kemampuan akademik sekaligus memperkuat karakter, kepemimpinan, kepedulian sosial, serta semangat pengabdian kepada masyarakat. Dengan bekal ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai keislaman yang dimiliki, para mahasiswa diharapkan dapat menjadi mitra masyarakat dalam mendukung pembangunan desa serta memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Kabupaten Kapuas.
Kegiatan pembukaan dan pelepasan KKN ditutup dengan pelepasan simbolis peserta oleh Bupati Kapuas sebagai tanda dimulainya pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Angkatan XXVIII STAI Kuala Kapuas Tahun Akademik 2026/2027. Seluruh civitas akademika STAI Kuala Kapuas berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar, sukses, dan membawa manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat maupun mahasiswa sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat dan dunia kerja di masa mendatang.