Jl. Tambun Bungai No. 56, Kuala Kapuas (0513) 24699
STAI Kuala Kapuas Gelar Kuliah Umum Bersama Guru Besar UIN Palangka Raya.
Beranda/ Berita/ STAI Kuala Kapuas Gelar Kuliah Umum Bersama Guru B…
STAI Kuala Kapuas Gelar Kuliah Umum Bersama Guru Besar UIN Palangka Raya.
Foto Penulis
Pahriyanur
9 September 2026 || 19:56 50 Foto
Kembali ke Berita

STAI Kuala Kapuas Gelar Kuliah Umum Bersama Guru Besar UIN Palangka Raya

Kuala Kapuas, 9 September 2026 — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kuala Kapuas menggelar Kuliah Umum bersama Ibunda Prof. Dr. Hj. Hamdanah, M.Ag., Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Transformasi Pendidikan Tinggi Islam di Era Digital: Membangun Generasi Unggul, Berkarakter, dan Berdaya Saing Global.”

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi civitas akademika STAI Kuala Kapuas untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan pendidikan tinggi Islam di tengah pesatnya kemajuan teknologi. Era digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan, sehingga perguruan tinggi dituntut untuk mampu beradaptasi dan melakukan transformasi secara berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Ketua STAI Kuala Kapuas, H. Ushansyah, S.Sos., M.AP., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Prof. Dr. Hj. Hamdanah, M.Ag. yang telah berkenan hadir dan meluangkan waktu untuk memberikan kuliah umum kepada civitas akademika STAI Kuala Kapuas.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibunda Prof. Dr. Hj. Hamdanah, M.Ag. yang telah berkenan hadir di STAI Kuala Kapuas. Bagi kami, kehadiran beliau merupakan sebuah kehormatan sekaligus kebanggaan terbesar bagi keluarga besar STAI Kuala Kapuas,” ujar H. Ushansyah.
Lebih lanjut, H. Ushansyah menyampaikan bahwa Prof. Dr. Hj. Hamdanah, M.Ag. merupakan sosok yang memiliki kontribusi penting dalam dunia pendidikan tinggi Islam di Kalimantan Tengah. Beliau juga menyebut Prof. Dr. Hj. Hamdanah, M.Ag. sebagai Guru Besar perempuan pertama di Kalimantan Tengah, sebuah pencapaian yang dinilai sangat membanggakan dan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya para mahasiswa.

Beliau menyampaikan bahwa kehadiran seorang Guru Besar di tengah-tengah civitas akademika STAI Kuala Kapuas merupakan kesempatan yang sangat berharga, khususnya bagi mahasiswa untuk mendapatkan wawasan dan pengalaman langsung dari seorang akademisi yang memiliki kompetensi serta pengalaman di bidang pendidikan tinggi Islam.

“Ini merupakan kebanggaan terbesar bagi kami. Tidak setiap saat kita mendapatkan kesempatan untuk menghadirkan seorang Guru Besar untuk berbagi ilmu dan pengalaman secara langsung dengan mahasiswa. Karena itu, kami berharap seluruh mahasiswa dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan mengambil sebanyak-banyaknya ilmu yang disampaikan,” lanjutnya.

H. Ushansyah juga berharap kegiatan kuliah umum tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan motivasi dan membuka wawasan baru bagi mahasiswa dalam menghadapi perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital memberikan peluang yang sangat besar bagi dunia pendidikan. Namun, kemajuan teknologi juga harus diiringi dengan kemampuan untuk menggunakannya secara bijak dan bertanggung jawab.

“Kita tidak bisa menghindari perkembangan teknologi. Justru kita harus mampu mengikutinya dan memanfaatkannya untuk kemajuan pendidikan. Akan tetapi, teknologi harus tetap kita kendalikan dengan nilai-nilai agama, akhlak, dan etika,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam penyampaian materi kuliah umum, Prof. Dr. Hj. Hamdanah, M.Ag. menekankan bahwa era digital bukan lagi sesuatu yang akan datang, tetapi merupakan realitas yang sedang dihadapi oleh dunia pendidikan saat ini.

Perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara manusia memperoleh informasi, berkomunikasi, bekerja, serta belajar. Kemudahan dalam mengakses berbagai sumber informasi melalui internet memberikan peluang yang sangat besar bagi mahasiswa untuk mengembangkan pengetahuan.

Mahasiswa tidak lagi hanya bergantung pada materi yang disampaikan oleh dosen di dalam kelas, tetapi dapat memperluas wawasan melalui berbagai sumber digital, jurnal ilmiah, perpustakaan digital, platform pembelajaran, serta berbagai teknologi pendukung lainnya.

Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan. Banyaknya informasi yang tersedia di ruang digital menuntut mahasiswa untuk memiliki kemampuan literasi digital, berpikir kritis, serta kemampuan memverifikasi informasi.

Terlebih dalam konteks pendidikan Islam, informasi keagamaan saat ini dapat dengan mudah ditemukan melalui media sosial, video, mesin pencari, maupun berbagai platform berbasis kecerdasan buatan. Kondisi tersebut menuntut mahasiswa Pendidikan Agama Islam untuk tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan dalam memahami dan memanfaatkan teknologi secara bijaksana.

Transformasi pendidikan tinggi Islam bukan berarti menggantikan nilai-nilai pendidikan Islam dengan teknologi. Sebaliknya, teknologi harus ditempatkan sebagai alat untuk memperkuat proses pendidikan, sementara nilai-nilai Islam tetap menjadi landasan dalam membentuk karakter dan kepribadian mahasiswa.

Di era digital, mahasiswa dituntut memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Penguasaan teknologi menjadi salah satu bagian penting dalam mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.

Selain kemampuan akademik, mahasiswa juga perlu memiliki keterampilan pendukung, seperti kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, pemecahan masalah, serta kemampuan menggunakan teknologi secara efektif.

Dalam perkembangan teknologi saat ini, Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan juga menjadi bagian penting dari transformasi digital. Kehadiran AI memberikan berbagai peluang bagi dunia pendidikan, mulai dari membantu mencari informasi, mendukung proses pembelajaran, mengembangkan ide, hingga membantu berbagai aktivitas akademik.

Meskipun demikian, penggunaan AI tetap harus dilakukan secara etis dan bertanggung jawab. Teknologi harus dipandang sebagai alat bantu untuk meningkatkan kemampuan manusia, bukan sebagai pengganti proses berpikir dan kreativitas.

Dalam konteks pendidikan tinggi Islam, pemanfaatan teknologi juga harus dibarengi dengan penguatan akhlak dan karakter. Kemajuan teknologi tanpa dibarengi dengan moral dan etika dapat menimbulkan berbagai persoalan. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kecakapan digital, dan kematangan spiritual.

Tema “Membangun Generasi Unggul, Berkarakter, dan Berdaya Saing Global” menjadi penegasan bahwa lulusan perguruan tinggi Islam diharapkan mampu menghadapi persaingan yang semakin luas. Lulusan tidak cukup hanya memiliki pengetahuan dan ijazah, tetapi juga harus memiliki karakter, integritas, kemampuan beradaptasi, serta keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Mahasiswa sebagai generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah masa depan pendidikan. Dengan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai keislaman, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di masyarakat.

Era digital juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperkenalkan dan mengembangkan nilai-nilai Islam melalui berbagai media. Dakwah, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dapat dikembangkan dengan memanfaatkan platform digital sehingga jangkauannya menjadi lebih luas.

Bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam, kemampuan tersebut menjadi semakin penting. Sebagai calon pendidik, mereka nantinya tidak hanya berhadapan dengan peserta didik yang tumbuh di lingkungan digital, tetapi juga dituntut mampu menciptakan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman.

Melalui kuliah umum ini, civitas akademika STAI Kuala Kapuas mendapatkan wawasan bahwa transformasi digital harus diikuti dengan transformasi cara berpikir. Mahasiswa perlu menjadi pembelajar sepanjang hayat, terbuka terhadap perubahan, namun tetap memiliki prinsip dan nilai yang kuat.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa STAI Kuala Kapuas untuk terus meningkatkan kualitas diri, baik dalam bidang akademik maupun keterampilan digital. Dengan demikian, lulusan STAI Kuala Kapuas diharapkan mampu menjadi generasi yang unggul dalam kompetensi, kuat dalam karakter, adaptif terhadap teknologi, serta memiliki daya saing di tingkat global.

Pada akhirnya, kemajuan teknologi hendaknya tidak menjadikan manusia kehilangan nilai-nilai kemanusiaan dan akhlaknya. Justru di tengah perkembangan digital yang semakin pesat, pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang mampu menggunakan teknologi dengan bijak, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kemaslahatan.

Kuliah umum ini menjadi bagian dari komitmen STAI Kuala Kapuas dalam mempersiapkan generasi pendidik Islam yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki akhlak, integritas, serta kesiapan menghadapi tantangan pendidikan di era digital dan persaingan global.

Bagikan Artikel

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Login dengan Facebook untuk menulis komentar.

Link disalin!